Entah kenapa aku tidak bisa
menghentikan rasa sebenarnya menyiksa ini.
Hari itu , Aku sedang mengerjakan
soal fisika , yang sulitnyaa bukan main . entah soalnya memang sangat sulit
atau aku yang terlalu bodoh , tiba-tiba saja kau datang , bukan
bayangan . tapi kenyataan . rasanya sukmaku sedang melayang hari itu . seperti
mimpi
aku hanya menoleh sebentar , aku
tidak ingin menatapmu lama , meski sebenarnya aku sangat ingin melihatmu . aku bungkam
, detak jantungku menolak untuk ku tenangkan .
“ayo katakan” kata seorang
temanmu .
aku menengok sedikit , ternyata kau tidak datang sendiri ,kau datang bersama teman sekelasmu , seisi kelas menatapku bingung , aku juga bingung , kenapa kau yang tidak pernah menengokku tiba tiba datang menghampiriku .
aku menengok sedikit , ternyata kau tidak datang sendiri ,kau datang bersama teman sekelasmu , seisi kelas menatapku bingung , aku juga bingung , kenapa kau yang tidak pernah menengokku tiba tiba datang menghampiriku .
Kalau dulu aku hanya bisa
menatapmu dengan jarak yang 10 meter
atau lebih , kali ini kita ah maksudku kau dan aku hanya berjarak kurang dari
30 cm , tapi aku tidak bisa menatapmu , aku hanya mendengar desah nafasmu yang
berdiri tepat di samping kiriku .
sedangkan aku duduk seperti orang
bodoh , menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya .
Ingatanku buyar , aku seperti
tidak sadar dengan apa yang baru ku saja ku dengar . ada kata “namaku” dan “sayang”
setelahnya . hanya itu yang ku ingat, setelah itu suasana kelas jadi ribut dan
kaupun hilang di tengah kerumunan orang yang baru saja melihat kejadian tadi .
Seseorang menghampiriku dan
mengatakan” hal yang tadi hanya mainan , bukan sungguhan , mereka hanya
taruhan." Ku harap kau tidak memasukkannya dalam hati”
Aku masih mematung ,lama
sekali. berusaha menguasai hatiku yang tidak
karuan .hanya mainan ? biegitu mudahnya kamu memainkan perasaan orang yang benar-benar
mencintaimu !! , aku mungkin akan menganggap perkataanmu itu angin lalu jika
aku tidak punya perasaan sebesar ini !! aku marah ,malu , sesak sekali rasanya . aku
berusaha untuk tidak menangis . tapi aku bukan orang yang bisa menahan
kesedihan . kurapatkan wajahku di meja . berusaha menahan suaraku , agar isak
tangisku tidak terdengar oleh teman sekelasku
Tapi ternyata mereka menyadarinya mereka
memelukku erat sekali , mungkin mereka juga ikut merasakan bagaimana perasaanku
hari itu yang tidak bisa ku jelaskan betapa menyakitkannya di perlakukan
seperti itu .
Ku tarik nafasku dalam-dalam lalu tersenyum seceria mungkin , bukan untuk menutupi kesedihanku . tapi untuk menegarkan hatiku , dan membuat teman-temanku percaya bahwa aku bahagia bisa memiliki teman teman sebaik mereka .”SEPULUH DELAPAN”
aku masih ingin berharap
kata-sayang-itu-sungguhan , bukan sekedar kata yang kau ucapkan karena taruhan.
Nb: masih bagian dari pertamakali melihatmu
dan Dengan-cara-diam-diam

