Tuesday, 21 May 2013

Jatuh cinta diam-diam berkelanjutan


Entah kenapa aku tidak bisa menghentikan rasa sebenarnya menyiksa ini. 
Hari itu , Aku sedang mengerjakan soal fisika , yang sulitnyaa bukan main . entah soalnya memang sangat sulit atau aku yang terlalu bodoh , tiba-tiba saja kau datang , bukan bayangan . tapi kenyataan . rasanya sukmaku sedang melayang hari itu . seperti mimpi
aku hanya menoleh sebentar , aku tidak ingin menatapmu lama , meski sebenarnya aku sangat ingin melihatmu . aku bungkam , detak jantungku menolak untuk ku tenangkan .
“ayo katakan”  kata seorang temanmu  .

aku menengok sedikit , ternyata kau tidak datang sendiri ,kau datang bersama teman sekelasmu , seisi kelas menatapku bingung , aku juga bingung , kenapa kau yang tidak pernah menengokku tiba tiba datang menghampiriku .
Kalau dulu aku hanya bisa menatapmu dengan jarak yang  10 meter atau lebih , kali ini kita ah maksudku kau dan aku hanya berjarak kurang dari 30 cm , tapi aku tidak bisa menatapmu , aku hanya mendengar desah nafasmu yang berdiri tepat di samping kiriku .
sedangkan aku duduk seperti orang bodoh , menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya .
Ingatanku buyar , aku seperti tidak sadar dengan apa yang baru ku saja ku dengar . ada kata “namaku” dan “sayang” setelahnya . hanya itu yang ku ingat, setelah itu suasana kelas jadi ribut dan kaupun hilang di tengah kerumunan orang yang baru saja melihat kejadian tadi .
Seseorang menghampiriku dan mengatakan” hal yang tadi hanya mainan , bukan sungguhan , mereka hanya taruhan." Ku harap kau tidak memasukkannya dalam hati
Aku masih mematung ,lama sekali.  berusaha menguasai hatiku yang tidak karuan .hanya mainan ? biegitu mudahnya kamu memainkan perasaan orang yang benar-benar mencintaimu !! , aku mungkin akan menganggap perkataanmu itu angin lalu jika aku tidak punya perasaan sebesar ini !!  aku marah ,malu , sesak sekali rasanya . aku berusaha untuk tidak menangis . tapi aku bukan orang yang bisa menahan kesedihan . kurapatkan wajahku di meja . berusaha menahan suaraku , agar isak tangisku tidak terdengar oleh teman sekelasku
Tapi ternyata mereka menyadarinya mereka memelukku erat sekali , mungkin mereka juga ikut merasakan bagaimana perasaanku hari itu yang tidak bisa ku jelaskan betapa menyakitkannya di perlakukan seperti itu .

 Ku tarik nafasku dalam-dalam lalu tersenyum seceria mungkin , bukan untuk menutupi kesedihanku . tapi untuk menegarkan hatiku , dan membuat teman-temanku percaya bahwa aku bahagia bisa memiliki teman teman sebaik mereka .”SEPULUH DELAPAN”

aku masih ingin berharap kata-sayang-itu-sungguhan , bukan sekedar kata yang kau ucapkan karena taruhan. 

Nb: masih bagian dari  pertamakali melihatmu
       dan Dengan-cara-diam-diam

Monday, 20 May 2013

Dengan cara diam-diam


Aku pikir ini hanya perasaan kagum sesaat yang belum bisa ku uraikan . tapi ternyata , perasaan itu semakin besar , semakin pesat , tidak bisa ku hentikan . tidak seharusnya kubiarkan perasaan itu tumbuh . aku tau aku jatuh cinta ketika aku mulai merindukanmu . semua ku lakukan diam-diam ,  hingga kau mungkin tidak tau . aku mulai menyukaimu , sejak awal melihatmu. aku berjanji untuk tidak berharap banyak , aku mulai mengirimkanmu pesan singkat untuk sekedar menanyakan keadaanmu .tidak peduli kau akan membalasnya atau tidak , handponeku yang dulu sering kali ku abaikan  kini menjadi pusat perhatiaanku , aku senang ketika ada pesan, dan pengirimnya adalah kamu . aku menyimpan setiap pesan singkatmu meski isinya hanya iah , oke , atau tidak .

Sebegitu tidak pentingnyakah aku ? sehingga setiap percakapan lewat pesan singkat harus aku yang memulainya dulu . apa kau juga mengingatku sesering aku mengingatmu ? ah pertanyaan bodoh , memangnya aku siapa ? mengingat namaku saja . aku sudah sangat bersyukur .mungkin yang ku rasakan ini rindu sepihak , kau mungkin tidak pernah mengingat sosokku yang teramat sederhana . 

Dulu , kau ingat ? masih di tahun 2010 , menjelang magrib , jalanan sunyi aku belum pulang karena tak satu pun kendaraan umum yang lewat . sebenarnya hari itu aku ingin kau menjemputku ? tapi ku pikir lagi ,memangnya aku siapa ? aku juga tidak ingin merepotkanmu . jadi sambil menunggu kendaraan yang lewat lagi-lagi aku tidak bisa menahan tanganku untuk mengirimkanmu pesan singkat . awalnya ku pikir kau akan mengabaikannya , tapi ternyata tidak dan itu membuat senyumku mengembang . kau menawariku tumpangan ? rasanya seperti mimpi . baru kali ini aku merasa di perhatikan , tapi sekali lagi aku tidak ingin merepotkanmu , aku menolak tawaranmu dengan alasan aku sudah ada dalam perjalanan pulang . 

Ditahun yang sama , aku melihat kau sedang berlatih di sanggar tari sekolah , aku ingin melewatimu dan segera pulang , tapi rasa penasaranku ternyata cukup kuat untuk menahanku untuk berdiri dibalik pintu masuk sama seperti yang dilakukan orang orang di sekitarmu . 

Aku melihatmu . yah bukan hanya kamu , tapi juga seorang wanita yang menurutku cantik sedang duduk di depanmu ,kalian saling berpandangan akrab , meskipun penasaran aku harusnya segera pulang . agar tidak melihat kejadian tadi , apa aku cemburu ?, tapi apa pantas aku cemburu ?  aku bukan siapa-siapa ,kau menyadari keberadaanku saja , mungkin tidak pernah . aku menyeka air mataku dan segera pulang , aku berusaha meyakinkan hatiku , kalian hanya sebatas pasangan menari , bukan pasangan yang saling menyayangi.