Menyedihkan sebenarnya mengenang seseorang yang tak
pernah benar-benar ada , menghadiahi kita luka , tapi tak mengajari kita lupa.
Rasanya ingin kembali jadi
anak kecil saja , yang begitu mudah bahagia hanya kerena di ijinkan main hujan
hujan .Atau Aku juga ingin kembali
kemasa-masa di mana galau belum setenar ini dan rindu belum semenyesakkan ini.
Bagaimana jika kita tukar
posisi , kau yang mencintaiku sepenuh hati , aku yang mengabaikanmu tanpa
peduli . kau yang selalu merindukanku , aku yang selalu melupakanmu. kau yang
memikirkanku setiap hari , aku yang memikirkanmu sekali-sekali . kau yang
selalu ingin tahu kabarku , aku yang tidak mau tahu tentang hari-harimu.
Biar kamu juga tau rindu yang
bertepuk sebelah tangan itu rasanya bagaimana , berjuang sendiri tanpa ada
balasan itu seperti apa .
Rindu itu memang menyebalkan ,
Maaf kalau rinduku sering kurang ajar, selalu saja kamu yang jadi sasaran. tapi
akulah yang lagi-lagi korban perasaan
kadang
ketika sedang sedih atau kecewa, aku lebih memilih tersenyum atau mengetik kata
“ hehe” pada setiap percakapan yang sebenarnya tidak lucu. bukan untuk
menghindar dari pertanyaan-pertanyaan kenapa . bukan untuk di kataan sok kuat , tapi memilih
senyum pas lagi sedih itu bukan sok , itu namanya berjuang .
Tapi kadang ada rasa sedih
yang tidak bisa tuntas hanya dengan tersenyum , menangis justru berperan
baik untuk mengendapkan kesedihan itu.
Mungkin saja saat ini ,orang yang kau pikir baik-baik
saja, sedang menangis memikirkanmu atau barangkali mencemaskanmu , atau
barangkali karena merindukanmu dengan terlalu .

kalimat terakhir menyedihkan. -_-
ReplyDeleteitu di ketik pas guling* d rumput waktu jam 2 :)
Deletehehehehe, :D gak rugi deh guling2 nya klo gitu. bisa menciptakan sesuatu di bawah langit malam diatas rumput hijau. sejuk nya penuh makna. wkwkwk
ReplyDeletehaha iya :') . kapan-kapan lagi nah :)
Delete