Saturday, 19 October 2013

three years ago in october



Saya sedang ingin menulis untuk mengingat tiga tahun yang lalu di bulan oktober. 

Apa menurutmu , mereka yang menyukai diam-diam adalah seorang pengecut ? ya, mungkin banyak yang berpikir demikian , tapi tidak bagi saya , saya menganggap pengagum rahasia adalah mereka yang berani mempertaruhkan hatinya . menyukai seseorang dalam diam bukanlah hal yang mudah . Akan ada banyak kekecewaan yang di tanggung seorang diri .ada banyak.

Dan Entah kapan tepatnya saya mulai menyukainya (diam-diam), tapi ada satu kejadian yang membuat saya menyadari kehadirannya-di hati saya.  tepat di mana salah seorang teman saya bercerita bahwa dia baru saja berpacaran dengan salah seorang pria yang juga sekelas dengan kami . di tanggal segini (19 oktober) , dan saya rasa saya sedang jatuh cinta hari itu .  

Waktu itu Temanku bilang “faa, kamu sih tidak tahu rasanya jatuh cinta itu seperti apa” . 

“jantungmu akan berdegup cepat ketika sengaja atau tak sengaja bertatapan pandang dengan dia yang begitu menarik perhatianmu” kataku .

kau jatuh cinta ? dengan siapa?”

– dan detik itu  saya mulai menyadari kehadirannya di pikiran saya , juga di hati saya.

Tapi kejadiannya sudah lama sekali , tiga tahun yang lalu tepatnya . Seharusnya , hari ini saya tidak lagi mengingatnya sebanyak hari kemarin . seharusnya , tidak ada lagi riuh dalam dada saya ketika melihatnya-dua hari yang lalu .

Tidak banyak daftar nama pria yang pernah begitu saya sukai . saya bukan tipe perempuan yang mudah jatuh hati , pun bukan perempuan yang pandai melupakan .

Mungkin itu salah satu alasan kenapa Dia masih menetap di hati saya hingga detik ini , karena saya begitu tertutup dan sangat behati-hati mengijinkan siapa saja yang masuk dalam kehidupan saya .

Saya bukan perempuan yang kuat. Saya hanya selalu berusaha kuat . saya pernah membaca catatan kecil yang isinya seperti ini  

ketika seseorang berarti bagimu , seberapapun sulit terlihat. kamu akan selalu punya cara untuk mencintainya dengan baik

Mungkin hal itu yang membuat saya bertahan selama ini . 

Saya bukan perempuan yang tegar. Saya hanya selalu belajar sabar. Mengenai kekecewaan , saya pernah lebih dari berantakan . Mungkin lebih dari yang kalian bayangkan.

Dia pernah membuat saya begitu marah ( pada diri saya sendiri ) sampai-sampai saya berhenti menyapanya.
Dia pernah membuat saya begitu sedih sampai–sampai saya menutup mata saya dengan bantal dan bangun dengan keesokan paginya dengan mata yang nyaris tidak bisa di buka karena bengkak .


Saya begitu menyayanginya .saya belum bisa menemukan cara untuk bisa berhenti menyayanginya. Berkalipun saya mencoba .saya bukan tidak berusaha , tapi pernahkah kamu membayangkan perempuan yang begitu berusaha menyerah , bukan berhasil. Hanya karena pria tidak mencintainya kembali dengan baik .

No comments:

Post a Comment