Saya sedang ingin menulis untuk
mengingat tiga tahun yang lalu di bulan oktober.
Apa menurutmu , mereka yang
menyukai diam-diam adalah seorang pengecut ? ya, mungkin banyak yang berpikir
demikian , tapi tidak bagi saya , saya menganggap pengagum rahasia adalah
mereka yang berani mempertaruhkan hatinya . menyukai seseorang dalam diam
bukanlah hal yang mudah . Akan ada banyak kekecewaan yang di tanggung seorang
diri .ada banyak.
Dan Entah kapan tepatnya saya mulai
menyukainya (diam-diam), tapi ada satu kejadian yang membuat saya menyadari
kehadirannya-di hati saya. tepat di mana
salah seorang teman saya bercerita bahwa dia baru saja berpacaran dengan salah
seorang pria yang juga sekelas dengan kami . di tanggal segini (19 oktober) , dan
saya rasa saya sedang jatuh cinta hari itu .
Waktu itu Temanku bilang “faa,
kamu sih tidak tahu rasanya jatuh cinta itu seperti apa” .
“jantungmu akan berdegup cepat
ketika sengaja atau tak sengaja bertatapan pandang dengan dia yang begitu
menarik perhatianmu” kataku .
“kau jatuh cinta ? dengan
siapa?”
– dan detik itu saya mulai menyadari kehadirannya di pikiran
saya , juga di hati saya.
Tapi kejadiannya sudah lama sekali
, tiga tahun yang lalu tepatnya . Seharusnya , hari ini saya tidak lagi
mengingatnya sebanyak hari kemarin . seharusnya , tidak ada lagi riuh dalam
dada saya ketika melihatnya-dua hari yang lalu .
Tidak banyak daftar nama pria yang
pernah begitu saya sukai . saya bukan tipe perempuan yang mudah jatuh hati ,
pun bukan perempuan yang pandai melupakan .
Mungkin itu salah satu alasan
kenapa Dia masih menetap di hati saya hingga detik ini , karena saya begitu
tertutup dan sangat behati-hati mengijinkan siapa saja yang masuk dalam
kehidupan saya .
Saya bukan perempuan yang kuat.
Saya hanya selalu berusaha kuat . saya pernah membaca catatan kecil yang isinya
seperti ini
ketika seseorang berarti bagimu , seberapapun sulit terlihat. kamu akan selalu punya cara untuk mencintainya dengan baik
Mungkin hal itu yang membuat saya
bertahan selama ini .
Saya bukan perempuan yang tegar.
Saya hanya selalu belajar sabar. Mengenai kekecewaan , saya pernah lebih dari
berantakan . Mungkin lebih dari yang kalian bayangkan.
Dia pernah membuat saya begitu
marah ( pada diri saya sendiri ) sampai-sampai saya berhenti menyapanya.
Dia pernah membuat saya begitu sedih
sampai–sampai saya menutup mata saya dengan bantal dan bangun dengan keesokan
paginya dengan mata yang nyaris tidak bisa di buka karena bengkak .
Saya begitu menyayanginya .saya belum bisa menemukan cara untuk bisa berhenti menyayanginya. Berkalipun saya mencoba .saya bukan tidak berusaha , tapi pernahkah kamu membayangkan perempuan yang begitu berusaha menyerah , bukan berhasil. Hanya karena pria tidak mencintainya kembali dengan baik .

No comments:
Post a Comment