Beberapa tak mampu memahami seberapa sedihnya melihat
seseorang yang begitu ingin kita bahagiakan terlihat begitu bahagia bersama
orang yang baru mereka temui, di banding dengan kita yang begitu lama
mengenalnya tapi belum pernah membuatnya sebahagia itu. Itu adalah titik dimana
kita kecewa atas diri kita sendiri.
Tidak ada yang akan sanggup menyalahkan siapapun selain diri
kita sendiri, lagi pula siapa yang sanggup menyalahkan orang yang begitu kita
sayangi :’) ?sayang yang sebenarnya akan selalu lebih dulu bertanya soal
kekurangan diri sendiri .
Adakalanya mencintai berarti harus berani menghadapi sakit
untuk memilih bertahan. Dan bebarapa orang tak sanggup menahan sakit dan justru
membatasi jarak , dan memberinya kesempatan berbahagia bersama selain kita .
Pergi bukan berarti tidak ingin bertahan, terkadang pergi
berarti harus berani memberi kesempatan untuk lebih bahagia, walaupun berarti
harus berjalan tanpanya, walaupun pergi tak jauh lebih mudah dari
bertahan tinggal. Tapi pergi setidaknya masih memberi kesempatan untuk tidak
membuang waktu dengan berpura-pura bahagia padahal hati kita cukup banyak
terluka .
Ada begitu banyak cinta yang memaksa seseorang untuk
be-rakting tengah bahagia padahal hatinya sedang hancur tidak karuaan. Itulah
mereka yang memilih menahan sakit dengan bertahan dengan orang yang begitu
mereka sayangi. Karena begitu takut berjarak dengan hati yang begitu mereka
cintai .
Dan saya selalu tidak sanggup memilihnya , tidak dan
terimaksih.
"Waktu selalu mempu memberi jarak , walau tak selalu berhasil membuat perbedaan perasaan"




