Friday, 23 August 2013

23 ^_^




Selalu ada hal yang kuingat Setiap melihat angka 23. 

Dulu ,Nomor absenku 23 , aku anak ke 2 dari 3 bersaudara , 2 dari 6 digit nomor atmku juga angka 23 .
Tapi itu bukan hal yang kuingat ketika melihat angka itu . 

Ada seseorang yang berulang tahun di tanggal 23 agustus hari ini. 

Seseorang yang selalu kuingat bahkan ketika tidak melihat angka 23 .
Seseorang yang selalu kudoakan agar baik-baik saja .
Seseorang yang selalu ingin kuketahui kabarnya
Seseorang yang kuhindari bertemu dengannya, bahkan ketika rindu mendesakku ingin melihatnya.
Sebab , Terkadang ada pertemuan yang bukannya menghasilkan kelegaan tapi justru membuat kita semakin merindukan 

Seminggu setelah ulang tahunnya adalah hari ulang tahunku (30) . Iya, kami lahir di bulan yang sama, di tahun yang sama dan memiliki satu dari dua angka kelahiran yang sama , dan bukan sebuah kebetulan jika nomor plat kendaraanku “3388” .

Tapi kami berbeda dalam hal perasaan
Aku begitu menyayanginya . aku melihat banyak kehebatan dalam dirinya karena aku menyayanginya. Tapi tidak sebaliknya . 
Sejauh apapun dia , doa-doaku selalu mampu menujunya . secepat rasa peduliku . seperti itu caraku mencintainya .
 
Aku tidak mengumbar kata sayang di depannya ,tapi aku mengucap doa di setiap harinya agar yang Maha Penyayang kerap menjaga dan menyayanginya orang orang yang kusayangi . pertama, Kedua orang tuaku, kedua adik dan kakakku, ketiga sahabatku , dan keempat dia yang kumaksud.

Kuharap dia tidak pernah tau begitu sering namanya kusebut dalam doaku , bahkan bukan disaat ulang tahunnya.





Thursday, 22 August 2013

Yakinkan padaku bahwa menunggumu adalah kesia-sian



aku lebih suka mencintaimu seperti ini ,diam-diam dan tanpa sepengetahuannmu . dimana rindu kuresapi sendiri , dan rasa sakit kunikmati sendiri 

Mungkin paling baik jatuh cinta adalah dengan diam-diam , yang diam-diam mengungkapkan, tapi tidak pamrih , dan sisanya dengan mentap di social media . uh miris :(
 
kau takkan pernah tau bagaimana aku mengurai setiap rasa dalam hatiku , butuh beberapa tarikaan nafas yang dalam agar aku bisa merasa tenang , semua rasanya jadi tidak adil , karena hanya aku yang mengenangmu . tapi aku hebatkan ? aku terluka untuk sebuah keberanian kecil merindukanmu kembali .

kau tau ? “ jangankan berjalan , menunggu sendirian saja melelahkan”

3 tahun bukan waktu yang sebentar , apalagi bagi mereka yang menunggu . 

Kau mungkin tidak tahu betapa inginnya aku membahagiakan orang yang kucintai. Bila tidak bisa, aku harus, walau terpaksa, menginginkan orang yang kucintai bahagia meski bukan dengan denganku. Dan akan pergi bila semua keinginanku itu kurasa tidak mungkin. Aku akan pergi, namun hanya untuk kembali dan mulai lagi pada keinginanku yang pertama

Akal sehatku (mungkin) sakit, tidak mampu memilah antara bertahan hanya akan menyakiti diri sendiri atau pergi menemukan kesempatan bertemu yang sehati .

Mungkin ada benarnya juga, Beberapa orang memang kadang sudah lama sampai pada rasa lelah (untuk hal menunggu), sudah lama ! , tapi belum juga berjumpah dengan rasa jera mempertahankan apa yang sebenarnya tidak ingin di pertahankan .

Entahlah , tolong yakinkan padaku bahwa menunggumu adalah kesia-sian.:(

Thursday, 15 August 2013

Maaf ,aku hanya menuruti apa yang kurasakan



 

Dari awal , aku sudah berjanji untuk tidak berharap lebih , aku juga sering mengingatkan hatiku agar kuat jika sewaktu-waktu kenyataan tidak seperti yang kuharapkan.

Kau yang lebih dulu memberikanku cela,membuatku berharap . dan aku hanya menuruti apa yang kurasakan. 

Seandainya saja kamu tetap berdiri pada langkahmu , tidak melangkah ke arahku dan menegurku ,tidak berbaik hati padaku sedikitpun , mungkin tidak akan ada perasaan sebesar ini , dan tentunya aku tidak perlu menyimpan perasaanku begitu lama.

Aku sudah menikam hatiku berkali-kali agar tidak mencintaimu berulang kali , tapi kau malah membuat pertahananku runtuh , membiarkan cinta itu tumbuh---lalu kau tinggalkan begitu saja ketika iya begitu membutuhkanmu .

Apa perlu ku ingatkan bukan hanya bunga dengan perawatan yang baik yang bisa tumbuh , bahkan dandelion-bunga rumput pun bisa tumbuh tanpa perlu di beri perhatian lebih . begitu juga perasaanku . tanpa perlu kepedulianmu sedikitpun, cinta itu akan tetap tumbuh bahkan begitu liar dari yang ku duga . ia bahkan berani merusak rumah tempat ia tinggal – hatiku .

Kau bisa menertawakanku karena aku begitu mudah mencintaimu. Tanpa perlu melihatmu begini dan begitu , tanpa tau perasaanmu sebelumnya.

Friday, 2 August 2013

teruntuk yang pergi tanpa permisi

Untukmu yang tidak pernah lagi ku lihat

Dulu , aku selalu bisa menatapmu berlama-lama di balik kaca jendela kelasmu ,
Dulu, aku selalu bisa melihatmu tapi tidak bisa mengatakan apapun. Apapun yang ku rasakan .
Dulu , aku sering memainkan jemariku di balik kaca jendela kelasmu , seolah olah aku sedang menyentuhmu , dan mengikuti langkah kecilmu dengan telunjukku .
Dulu aku selalu menunggumu pulang , selalu berjalan mengikutimu .
Dulu aku sering mengamati tindakan-tindakan kecil yang kau lakukan.

Tapi itu dulu , sampai waktu membawa kita ke keadaan seperti ini,hingga kau dan aku melangkah sejauh ini , hingga aku hanya bisa mengenangmu , tanpa pernah lagi melihatmu .

Aku benci , ketika harus kembali mengingat kenangan-kenangan itu sendiri , ketika harus melawan rasa sakit sendiri , ketika harus merasakan rindu sepihak .

saat ini mungkin kau telah menemukan jalanmu yang jauh lebih indah ,sedangkan aku masih saja bermain , bergelut dengan masa lalu yang mulai memudarkan senyumku--jika hal itu kuingat—jika hal itu ku putar.
ternyata melupakanmu tidak semudah mengetikkan kata lupa bahkan ketika kamu tidak pernah lagi kulihat , sosokmu masih melekat erat di pikiranku, kadang aku merasa ingin jadi seorang pelupa , jika yang harus kuingat semuanya menyangkut hal tentang kamu . 

mulai hari ini aku tidak akan belajar melupakanmu--lagi, itu hanya akan membuat otakku semakin mengingatmu . pernah aku belajar untuk tidak mengingatmu , setiap menit aku belajar , tapi ketika rindu yang begitu liar pelan-pelan masuk, aku tidak bisa menahan pikiranku untuk tidak mengingatmu begitu lama , aku bahkan mengingatmu lebih lekat dua kali lipat dari sebelumnya .
Di sini aku merasakan rindu , juga sepi . 

bagaimana keadaanmu ? baik-baik sajakah ? ku harap kau tidak menanyakaan kembali bagaimana keadaanku , kau tentu tau , semenjak terakhir kita bertemu , aku tidak pernah merasa baik-baik saja hingga detik terkhir aku menulis tulisan ini ,kecuali kalau kamu ingin membuktikan kalau kamu memang kurang perasa,  kecuali kalau kamu ingin membuat air mataku tumpah hari ini , silahkan , tanyakan saja .

Nb: di tulis pada 30 hari setelah ujian nasional