Saturday, 15 June 2013

Ruang Tunggu

ada yg lebih menyakitkan dari dilupakan. adalah ketika kau selalu ada di sekitarku, tapi kau pura-pura lupa aku di sini.
Aku ingat kau pernah bertanya kenapa aku lebih sering berada di sekolah ,
jawabannya karena hanya sekolah menjadi satu-satunya tempat yang ku sebut ruang tunggu untuk bisa melihatmu , aku sengaja mengikuti banyak kegiatan ekstakulikuler sekolah, untuk menyibukkan diri sekaligus melihatmu di luar jam sekolah .

rasanya kebetulan sekali, kita bisa mengikuti ekskul yang sama dan berada di ruangan yang sama . kau ingat ? kita pernah duduk bersebelahan , lalu kau memberiku daftar hadir untuk kutanda tangani, ada namaku setelah namamu , hari itu pertamakalinya aku tau nama lengkapmu ternyata sepanjang itu 

aku mulai aktif mengikuti kegiatan itu . sampai akhirnya satu persatu temanku memundurkan diri dari ekskul itu , aku juga sempat ingin mundur sejak awal , kau tidak tau bagaimana senior kita mempelakukanku keras , bagaimana mereka membentakku , bagaimana mereka menghukumku hanya karena kesalahan yang kusepelekan , bagaimana mereka membuatku takut , tapi aku masih bertahan , alasanku untuk bertahan adalah karena kamu , kamu mengubah rasa takutku menjadi sebuah keberaniaan kecil . 

ketika aku bertekat untuk mundur , seakan-akan kau selalu menggenggam tanganku , dan mengatakan “ada aku ,jangan takut, aku tidak akan pernah hilang , aku pasti  ada , selalu ada “
meski sebenarnya kamu tidak pernah berkata seperti itu .  kamu memang tidak pernah hilang , bahkan selalu ada, selalu ada dipikiranku dan di ruang tungguku.





No comments:

Post a Comment