ada yg lebih menyakitkan dari dilupakan. adalah ketika kau selalu ada di sekitarku, tapi kau pura-pura lupa aku di sini.
Aku ingat kau pernah bertanya
kenapa aku lebih sering berada di sekolah ,
jawabannya karena hanya sekolah
menjadi satu-satunya tempat yang ku sebut ruang tunggu untuk bisa melihatmu ,
aku sengaja mengikuti banyak kegiatan ekstakulikuler sekolah, untuk menyibukkan
diri sekaligus melihatmu di luar jam sekolah .
rasanya kebetulan sekali, kita
bisa mengikuti ekskul yang sama dan berada di ruangan yang sama . kau ingat ?
kita pernah duduk bersebelahan , lalu kau memberiku daftar hadir untuk kutanda
tangani, ada namaku setelah namamu , hari itu pertamakalinya aku tau nama
lengkapmu ternyata sepanjang itu .
aku mulai aktif
mengikuti kegiatan itu . sampai akhirnya satu persatu temanku memundurkan diri
dari ekskul itu , aku juga sempat ingin mundur sejak awal , kau tidak tau
bagaimana senior kita mempelakukanku keras , bagaimana mereka membentakku ,
bagaimana mereka menghukumku hanya karena kesalahan yang kusepelekan ,
bagaimana mereka membuatku takut , tapi aku masih bertahan , alasanku untuk
bertahan adalah karena kamu , kamu mengubah rasa takutku menjadi sebuah
keberaniaan kecil .
ketika aku bertekat untuk mundur , seakan-akan kau selalu
menggenggam tanganku , dan mengatakan “ada aku ,jangan takut, aku tidak akan
pernah hilang , aku pasti ada , selalu
ada “
meski sebenarnya kamu tidak pernah
berkata seperti itu . kamu memang tidak
pernah hilang , bahkan selalu ada, selalu ada dipikiranku dan di ruang tungguku.

No comments:
Post a Comment