Tuesday, 9 July 2013

Atau cintai Aku sekali saja


Aku tidak tau apa kau juga merasa senang jika ada pesan singkat dan pengirimnya adalah aku , atau  justru sebaliknya kau merasa terganggu dengan setiap pesan-pesanku .
Tanpa pernah mendengarkan jawabanmu , aku terus mengirimkanmu pesan singkat . hanya untuk menanyakan keadaanmu. Tapi kau hanya membalasnya dengan satu atau dua kata saja , atau bahkan kadang pesanku tidak kunjung mendapat balasan 

Apa kau tidak pernah memikirkan bagaimana perasaan orang yang membaca pesanmu jika isinya “terlalu singkat” misalnya : iya , tidak , oh . dan kawan-kawannya.

Aku berharap kita bisa saling berbagi cerita lewat pesan singkat setelah banyak hal yang kita lalui hari ini, meski dalam kenyataannya kita seperti orang asing yang enggan untuk bertegur sapa-ketika bertemu .
Tapi kau selalu menutup diri , kau dingin sekali meski sesekali kau begitu manis .   

Kau manis ketika mengirimkanku ucapan selamat malam , atau ucapan-selamat bermimpi indah menjelang tidurku.

Aku selalu menanti pesan singkatmu , membayangkan kamu sedang berbaring dan mengamati langit-langit kamarmu dan tanpa sengaja terlintas di pikiranmu tentang sosokku yang teramat sederhana – lalu kemudian mengirimkanku ucapan selamat malam , atau menanyakan apa yang sedang ku lakukan , dan saat itu akan ku jawab:  aku sedang memandangi langit-langit kamar, lalu kau akan bilang “sama , aku juga ! barangkali kita berjodoh” . 

aku sering tertawa jika selesai membayangkan lamunanku yang begitu-tolol-ini .
tapi apakah memiliki banyak kesamaan , kita bisa dikatakan berjodoh ? , lalu bagaimana jika detik ini aku belajar menyukai semua hal yang juga kau sukai , dengan begitu kita akan memiliki banyak kesamaan bukan? Bahkan tanpa belajar pun aku tidak sengaja telah menyukai hal-hal yang juga kau sukai.

***

Mungkin nanti kau juga akan mengerti  saat kau mencintai seseorang, pesannyalah yang paling kau tunggu-tunggu . begitu juga aku , kadang aku menanti pesanmu sepanjang malam , aku tidak sengaja kecewa jika ada pesan dan pengirimnya bukan kamu, aku tidak sengaja menunggu pesanmu meski kantung mataku sudah begitu berat—ingin terlelap.

Tanpa sengaja , sebenarnya kaulah yang mengajariku tidur di larut malam , membuatku terbangun di pagi buta untuk mengecek ponselku , membuat tidurku kurang dari 6 jam dalam sehari.
Kaulah sebabku tersenyum sekaligus melamun sepanjang hari.
Jangan heran jika aku sering menguap di tengah pembelajaran berlangsung , jangan heran jika di jam istirahat mataku sering berair.
kamu harus tanggung jawab soal itu , atau cintai aku sekali saja !


No comments:

Post a Comment