Aku tidak tau apa kau juga merasa
senang jika ada pesan singkat dan pengirimnya adalah aku , atau justru sebaliknya kau merasa terganggu dengan
setiap pesan-pesanku .
Tanpa pernah mendengarkan
jawabanmu , aku terus mengirimkanmu pesan singkat . hanya untuk menanyakan
keadaanmu. Tapi kau hanya membalasnya dengan satu atau dua kata saja , atau
bahkan kadang pesanku tidak kunjung mendapat balasan
Apa kau tidak pernah memikirkan
bagaimana perasaan orang yang membaca pesanmu jika isinya “terlalu singkat”
misalnya : iya , tidak , oh . dan kawan-kawannya.
Aku berharap kita bisa saling
berbagi cerita lewat pesan singkat setelah banyak hal yang kita lalui hari ini,
meski dalam kenyataannya kita seperti orang asing yang enggan untuk bertegur
sapa-ketika bertemu .
Tapi kau selalu menutup diri ,
kau dingin sekali meski sesekali kau begitu manis .
Kau manis ketika mengirimkanku
ucapan selamat malam , atau ucapan-selamat bermimpi indah menjelang tidurku.
Aku selalu menanti pesan
singkatmu , membayangkan kamu sedang berbaring dan mengamati langit-langit
kamarmu dan tanpa sengaja terlintas di pikiranmu tentang sosokku yang teramat
sederhana – lalu kemudian mengirimkanku ucapan selamat malam , atau menanyakan
apa yang sedang ku lakukan , dan saat itu akan ku jawab: aku sedang memandangi langit-langit kamar,
lalu kau akan bilang “sama , aku juga ! barangkali kita berjodoh” .
aku sering tertawa jika selesai
membayangkan lamunanku yang begitu-tolol-ini .
tapi apakah memiliki banyak
kesamaan , kita bisa dikatakan berjodoh ? , lalu bagaimana jika detik ini aku
belajar menyukai semua hal yang juga kau sukai , dengan begitu kita akan
memiliki banyak kesamaan bukan? Bahkan tanpa belajar pun aku tidak sengaja
telah menyukai hal-hal yang juga kau sukai.
***
Mungkin nanti kau juga akan
mengerti saat kau mencintai seseorang,
pesannyalah yang paling kau tunggu-tunggu . begitu juga aku , kadang aku
menanti pesanmu sepanjang malam , aku tidak sengaja kecewa jika ada pesan dan
pengirimnya bukan kamu, aku tidak sengaja menunggu pesanmu meski kantung mataku
sudah begitu berat—ingin terlelap.
Tanpa sengaja , sebenarnya kaulah
yang mengajariku tidur di larut malam , membuatku terbangun di pagi buta untuk
mengecek ponselku , membuat tidurku kurang dari 6 jam dalam sehari.
Kaulah sebabku tersenyum
sekaligus melamun sepanjang hari.
Jangan heran jika aku sering
menguap di tengah pembelajaran berlangsung , jangan heran jika di jam istirahat
mataku sering berair.
kamu harus tanggung jawab
soal itu , atau cintai aku sekali saja !

No comments:
Post a Comment