Merasa kebingungan , mungkin
aku telah kehilangan kewarasan , teramat
mencntai seseorang yang belum tentu mempunyai persaan yang sama.
Kepalaku terasa berat sekali .
mungkin karena hujan hari ini turun sangat deras , ku biarkan tiap tetesnya mengalir di wajahku ,
hingga aku bahkan tidak bisa membedakan mana tetesan hujan dan mana tetesan air
mataku sendiri . perasaanku kacau sekali.
Aku memang lebih sering berdiam
diri , tapi tidak bisa dikatakan pendiam , aku suka mendengarkan , aku suka mendengar
hujan , detak jam , bahkan aku bisa mengenali orang-orang terdekatku hanya
dengan mendengar langkah kakinya , aku
suka mendengar cerita orang , suka
mendengarkan musik . . . dan . . . . suka dengan suaramu.
Mereka bilang kalian bukan teman
biasa ,maksudku kau menyimpan perasaan lebih untuknya. tapi aku bukan orang
yang mudah percaya hanya karena mendengar cerita orang . Tapi untuk hal ini ,
akupun membenarkannya . meski sejak awal kurasa ini hanya perasaanku yang
terlalu berlebihan .
Kau tau aku tidak suka membandingkan , itu kebiasaan yang sudah kuhentikan sejak lama , kalau kau menyukainya belum tentu aku lebih buruk , dan kalau kau lebih menyukainya bukan berarti aku tak pantas untukmu , kalau kau menyukainya , tentu saja kau boleh menyukainya.
Kau tau aku tidak suka membandingkan , itu kebiasaan yang sudah kuhentikan sejak lama , kalau kau menyukainya belum tentu aku lebih buruk , dan kalau kau lebih menyukainya bukan berarti aku tak pantas untukmu , kalau kau menyukainya , tentu saja kau boleh menyukainya.
Tapi tadi , aku kalut sekali,
kalian tertawa riang di sudut kelas .mencocokkan pembicaraan orang dengan apa
yang baru saja kulihat dan alangkah
bodohnya aku yang menganggap semua perhatianmu adalah .... , tanpa sadar
bagaimana mungkin kau menyukaiku sedangkan hatimu telah terikat pada satu hati
, dan itu bukan aku.

No comments:
Post a Comment